Sabtu, 12 Oktober 2013

Mini Orasio Homolia



SERATUS TIGA TAHUN PEKABARAN INJIL DI SARMI DALAM PRESPEKTIF TEOLOGI PENCIPTAAN ( Kej. 1 :10c, 21c, 25c ; Mat. 4:23)
Oleh : Pdt. Oswald Rumbino,S.Th

“Allah melihat bahwa semuanya itu baik” (Kej. 1 :10c, 21c, 25c)

Perayaan 103 Tahun Injil di Sarmi, dalam prespektif teologi penciptaan meletakan dipundak gereja dan pemerintah paling sedikit dua pekerjaan besar dan berkesinambungan yaitu membebaskan dari kuasa kegelapan dan melepaskan manusia dari kemiskinan.

Selasa, 08 Oktober 2013

Perumpamaan tentang Pohon Ara yang Mandul

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Jumat, 27 September 2013

Disiplin Diri Nafas Hidup Pelayan

Bacaan: 1 Korintus 9:24-27
Menjadi pelayan Tuhan sungguh amat mulia, namun begitu banyak tantangannya. Jika kita tak taat pada tuntunan Firman Allah pasti kita akan tersesat dan menyesatkan orang.
Jika kita mencermati realitas yang ada akan nampak jelas bahwa semakin banyak pelayan Tuhan yang memanfaatkan jabatan gerejawi yang ia jabat hanya untuk kepentingan dirinya. Ini tentu harus diwaspadai jangan sampai gaya hidup modern menjadi gaya hidup seorang pelayan Tuhan sebab jika demikian jemaat akan turut disesatkan. Sebagai pelayan Tuhan kita harus mawas diri agar senantiasa berada dalam tuntunan firman Tuhan. Karena itu cara berpikir dan bertindak seorang pelayan Tuhan haruslah sesuai kebenaran Allah.

Hak Pelayan Tuhan

1 Korintus 9:1-12

Mengapa tiba-tiba Paulus membicarakan hak rasuli di pasal 9 ini? Sepertinya ini topik yang tidak berhubungan dengan pasal 8. Namun, kita bisa melihat hal ini sebagai teladan dari rasul Paulus. Seperti nasihat Paulus agar jangan sampai pengetahuan seseorang menjadi batu sandungan bagi orang lain (pasal 8), demikian juga hal rasuli jangan sampai mengganggu pelayanan rasul kepada jemaat. Itu sebabnya, walau memiliki hak rasuli, Paulus memilih tidak menggunakannya demi kepentingan pengabaran Injil (12b dst.). Di sisi lain, mungkin juga ada jemaat Korintus yang meragukan kerasulan Paulus.

Tempat Kediaman Tuhan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 September 2013

Baca:  Mazmur 100:1-5

"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"  Mazmur 100:2

Ingin bertemu dengan Tuhan?  Jangan tinggalkan jam-jam peribadatan.  Firman Tuhan menasihati,  "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."  (Ibrani 10:25).

Minggu, 08 September 2013

PEMIMPIN YANG RENDAH HATI

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 September 2013 -

Baca:  Filipi 3:17-21

"Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu."  Filipi 3:17

Apa yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi pada ayat nas bukanlah dimaksudkan untuk menguasai orang lain atau supaya ia dikultuskan dan dianut, karena ia bukanlah orang yang gila hormat.  Tetapi maksudnya adalah agar setiap orang yang dilayani benar-benar meneladani apa yang dilakukan paulus, di mana ia berusaha hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan menjadikan kristus sebagai teladan hidupnya.  "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."  (1 Korintus 11:1).  Dalam hal ini Paulus ingin orang lain mengikuti jejaknya sebagai pengikut Kristus.  Jadi fokus utamanya adalah menjadi pengikut Kristus, bukan Paulus.

Selasa, 27 Agustus 2013

Rakyat Yang Takut Akan Tuhan Menghormati Dan Takluk Kepada Pemerintah Yang Berasal Dari Allah


Suatu Refleksi dari Roma 13 :1-7
( Pdt. Depondoye)

Pengantar :
Banyak   orang percaya lupa akan kewajibannya sebagai Rakyat terhadap pemerintah, begitu juga sebaliknya banyak sekali pemegang kekuasaan sebagai pemerintah lupa akan kewajibannya sebagai pemerintah. Sesungguhnya pemerintah itu berasal dari Allah karena Tuhan Allah sandirilah yang pertama-tama mengeluarkan perintah dan titah itu; yang bentuknya secara terstuktur dan sitematis terlihan dalam brokrasi yang sekarang ini kita kenal.

Apakah yang patut kita lakukan mengisi kemerdekaan ini


( Pdt. depondoye )


Usia Kemerdekaan Indonesia 68 Tahun, bila diandaikan dengan umur manusia maka tentu sudah matang dan sangat dewasa  sebagai suatu bangsa yang hendaknya dipanuti oleh bangs-bangsa lain di dunia. Namun apakah setiap anak bangsa menyadarinya ?
Firman Tuhan  berikut ini   adalah  cermin untuk mengukur bagaimana perjalanan hidup bangsa dan karya anak-anak bangsa selama ini .
Galatia 5: 13 “ Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.  Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan  layanilah layanilah seorang akan yang lain oleh kasih”.

Renungan Lingkungan hidup

( Oleh : Pdt. Robbi Depondoye, S.Th.)

Teks Alkitb: Kejadian 2:8,9dan15
 Dunia dan Segala isinya diciptakan Allah oleh Firman-Nya, Allah menbuat sebuah taman   untuk keperluan hidup manusia dan menempatkan manusia Dalam taman di Eden. Sesungguhnya segala sesuatu telah ditata dengan baik oleh Tuhan kemudian  menyerahkankewenangan-Nya untuk mengusahakan dan memelihara itu  kepada manusia untuk melaksankannya sesuai dengan amanat dan  kehendak Tuhan.
Namun manusia tidak selamanya dapat taat dan setia kepada Tuhan. Namun apa mau dikata manusia pada hakekatnya selalu berusaha mencari kepuasan diri dengan mengikutikemauan hatinya, sehingga cenderung untuk merusak segala tatanan Allah yang baik bagi keutuhan alam ciptaan Allah.
Sehingga alam semesta yang dahulunya adalah sahabat yang selalu memberikan harapan dan kehidupan  pada ketika tertentu dapat saja menjadi algojo yang mematikan bagi manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

Rabu, 24 Juli 2013

Anugerah Keselamatan

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 25 Juli 2013 -

Baca: Efesus 2:1-10
Ayat Mas: Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah… (Efesus 2:8)
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 24-27

Suatu ketika diadakan operasi katarak gratis oleh beberapa gereja yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dari daerah setempat. Selain operasi, para pasien juga mendapatkan ongkos transportasi. Uniknya, banyak pasien yang tidak percaya bahwa operasi katarak ini benar-benar gratis. Mereka bertanya apakah ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, termasuk apakah mereka harus membayar sejumlah uang sekadar sebagai uang lelah bagi para relawan yang terlibat dalam acara tersebut.

Indah Pada Waktu Tuhan

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Juli 2013 -

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
  Pengkotbah 3:11

Ada banyak orang Kristen yang mudah kecewa dan marah kepada Tuhan hanya karena doa-doa mereka yang belum beroleh jawaban dari Tuhan.  Kita pun berubah sikap, tidak lagi bersungguh-sungguh, dan roh untuk melayani Tuhan secara perlahan meredup dan akhirnya padam.  Alkitab menasihati,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11), sebab  "...kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).

Jumat, 21 Juni 2013

Agar Doa Tak Terhalang

Baca: 1 Petrus 3:8-12

“Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.” (1 Petrus 3:12)


Pernahkah Anda merasa begitu sulit untuk berdoa? Saya pernah. Dan hari-hari itu mengerikan. Saya bisa kelihatan sedang berdoa, berusaha merangkai kalimat-kalimat doa, tetapi sebenarnya saya tidak sedang terhubung dengan Tuhan. Firman Tuhan sebenarnya sudah memperingatkan kita tentang hal ini.

Dosa Berulang

Baca: 1 Raja-raja 13

Sesudah peristiwa ini pun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengurbanan. (1 Raja-raja 13:33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ayub 21-24


Suatu kali teman saya mengalami kecelakaan setelah mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ia jatuh terguling-guling di jalan raya dan sempat pingsan selama beberapa hari. Gegar otak yang ia alami menyebabkannya sering mengalami sakit kepala hebat. Namun, beberapa waktu kemudian ia pulih secara ajaib. Sejak itu, ia lebih berhati-hati bila berkendaraan.