( Pdt.
depondoye )
Usia
Kemerdekaan Indonesia 68 Tahun, bila diandaikan dengan umur manusia maka tentu
sudah matang dan sangat dewasa sebagai suatu bangsa yang hendaknya
dipanuti oleh bangs-bangsa lain di dunia. Namun apakah setiap anak bangsa
menyadarinya ?
Firman Tuhan
berikut ini adalah cermin untuk mengukur bagaimana
perjalanan hidup bangsa dan karya anak-anak bangsa selama ini .
Galatia 5:
13 “ Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi
janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup
dalam dosa, melainkan layanilah layanilah seorang akan yang lain oleh
kasih”.
Kita patut
bersyukur kepada Tuhan sebagai generasi yang sekarang ini menikmati pengorbanan
dari para pendahulu kita sebagai peletak dasar dan pendiri bangsa dan Negara
ini melalui pengorbanan : keringat, air mata, darah dan nyawa mereka sendiri
dengan membiarkan diri mereka habis hilang demi merebut sebuah kemerdekaan dan
kedaulatan sebagai bangsa. Dan sesungguhnya pada hari 17 Agustus 1945
adalah waktu anugerah Tuhan, bagi seluruh cita-cita kemerdekaan Rakyat
Indonesia, sehingga Soekarno dan Hatta dapat memproklamirkan kemerdekaan Negara
Republik Indonesia.
Kemerdekaan
itu adalah Anugerah yang patut di syukuri kepada Tuhan oleh
segenap bangsa Indonesia. Hal itu dapat diwujudkan dengan memenfaatkan Anugerah
Tuhan itu secara bertanggung jawab, sebagai ibadah kepada Tuhan. Kemerdekaan
itu harus diisi dengan pembangunan yang memberikan manfaat yang
seluas-luasnya bagi seluruh Rakyat Indonesia secara adil dan merata, sehingga
kemakmuran rakyat menjadi nyata sebagai wibawah dari penyelenggara
pemerintahan.
Sekiranya
seitap generasi anak bangsa mau terbuka dan jujur dihadapan Tuhan, maka
sesungguhnya belum sepenuhnya berjalan sesuai cita-cita luhur bangsa dan kehendak
Tuhan ketika terbentuk suatu pemerintahan. ( Band. Roma 13: 4a. “Pemerintah
adalah hamba Allah untuk kebaikanmu”). Maaf bahwa sebenarnya telah
terjadi pengkhianatan masal oleh semua generasi anak bangsa baik pada
segala jenjang dan juga pada segala profesi tugas dan tanggung jawab yang
sedang di anugerahkan Tuhan pada kita masing-masing.
Ketika
merayakan 68 Tahun kemerdekaan RI masih saja setiap lorong Negeri ini
dijumpai generasi anak bangsa terbelengu oleh rantai penindasan dan penjajahan
yang belum bisa untuk dilepaskan yaitu :
Korupsi,Kulusi,Nepotisme,Anarkisme,Terorisme,kemiskinan,keterbelakangan,
kebodohan,kekerasan bahkan ditempat-tempat peradilanpun keadilan tidak
ditemukan.
Para
penguasa terkadang cenderung untuk memuaskan dirinya dengan kekuasaan dan
kehendaknya sehingga keluh kesa Rakyat kecil dilupakan.
Para wakil
rakyat, seakan-akan tidak memiliki kemampuan untuk mensuarakan aspirasi dan
kehendak rakyat, namun terbuai oleh jaminan kepuasan dan kemapanan yang
diberikan dari keringat, air mata dan darah rakyat itu.
Telah
berulang-ulang kali nama rakyat kecil dan masyarakat
pedesaan/kampong diperdagangkan untuk memperkaya diri dan memang
rakyat kecil telah menjadi dagangan yang laris di segala tempat.
Rakyat dan
masyarakat kecil dalam keluguhannya yang polos walaupun telah banyak kali
dibohongi namun belum juga menyadarinya. Atau mungkin disadarinya namun
hanya bisa pasrah kepada Sang Yang khalik ( Tuhan Semesta Alam) karena
keterbatasan mereka.
Melalui 68
Tahun Kemerdekaan RI. Setiap generasi anak Bangsa perlu merenungkan
itu secara mendalam dan bertanya kepada diri kita :
Apakah yang patut kita lakukan mengisi kemerdekaan ini. Kemerdekaan adalah
Anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan itu harus dimanfaatkan untuk menjadi berkat bagi
Tuhan bagi lebih banyak orang melalui apa yang kita lakukan dalam mengisi
kemerdekaan ini. Marilah kita meneruskan hal-hal positif dan yang membangun
banyak orang, membuang dan mematikan segal-hal negative yang merugikan
diri kita, keluarga dan masyarakat. Berkaryalah bagi bangsa dan Negara
dengan membangun karekter bangsa yang baik, dan jangan terus membohongi rakyat.
Tuhan Allah
sendirilah yang telah memerdekakanmu melalui pengorbanan diri Yesus Kristus di
Golgota. Dia juga akan menuntut pertanggung jawaban saudara atas anugerah
Pembebasan ( Fee dom) yang diberikan kepadamu sesuai dengan segala yang telah
saudara rancangkan, ucpkan dan perbuat ( Band. Pengk.12:14 dan Roma 12:14),
karena semua itu adalah ibadah kepada TUHAN Allah kita . Amin.