Selasa, 27 Agustus 2013

Renungan Lingkungan hidup

( Oleh : Pdt. Robbi Depondoye, S.Th.)

Teks Alkitb: Kejadian 2:8,9dan15
 Dunia dan Segala isinya diciptakan Allah oleh Firman-Nya, Allah menbuat sebuah taman   untuk keperluan hidup manusia dan menempatkan manusia Dalam taman di Eden. Sesungguhnya segala sesuatu telah ditata dengan baik oleh Tuhan kemudian  menyerahkankewenangan-Nya untuk mengusahakan dan memelihara itu  kepada manusia untuk melaksankannya sesuai dengan amanat dan  kehendak Tuhan.
Namun manusia tidak selamanya dapat taat dan setia kepada Tuhan. Namun apa mau dikata manusia pada hakekatnya selalu berusaha mencari kepuasan diri dengan mengikutikemauan hatinya, sehingga cenderung untuk merusak segala tatanan Allah yang baik bagi keutuhan alam ciptaan Allah.
Sehingga alam semesta yang dahulunya adalah sahabat yang selalu memberikan harapan dan kehidupan  pada ketika tertentu dapat saja menjadi algojo yang mematikan bagi manusia dan juga makhluk hidup lainnya.
Kita perlu terjaga sekarang ini bahwa akibat dari pemanasan global atau emesi gas rumah kaca telah menyebabkan terjadinya perobahan iklim yang rentang / ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia.

Manusia adalah pemelihara alam ciptaan Allah
 Ada dua hal yang dikehendak Allah dari manusia ketika menempatkan manusia pada Taman di Eden .
I. Allah menempatkan manusia untuk mengusahakan taman itu.
Hal penting dan mendasar yang perlu disadari dan di ingat oleh setiap insane manusia, bahwa Taman di Eden itu dibuat oleh Allah dan Taman itu adalah milik Allah sendiri, bukan kepunyaan manusia. Allah Tuhan hanya mempercayakan manusia untuk mendiaminya dan mengusahakan bukan menjadikannya seolah-olah berkuasa atasnya.
Tugas manusia adalah  mengusahakan/ mengelolah    secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat kepada manusia namun tidak merusak ekosistennya/  dengan kata lain memanfaatkannya dengan memelihara keutuhan alam ciptaan Tuhan.
Mengusahakan juga berate memelihara dan merawat agar segala ciptaan Allah itu berada dalam keadaan yang tidak terancam / mengalami kerusakan atau pemunahan.



II.        II.    Allah menempatkan manusia untuk memelihara taman itu

Memelihara berarti menjaga , merawat, melindungi, menatadan mengasuh agar segala sesuatu yang ada dan hidup di dalamnya selalu dalam keadaan baik sebagaimana seharusnya.
Memelihara berarti juga berarti tidak berhak/ tidak mempunyai kewenagan untuk merombak/merobah apa yang telah telah diciptakan .
Memelihara itu juga berarti mengatur atau mengembalikan, apa yang sudah tidak pada tempatnya , membuat permajaan, menyulam kembali agar ekosistem alam semesta tetap terpelihara memelhara ekosistemnya tetap stabil dan tidak terputus.

Dari fenomena  alam yang dijumpai dewasa ini mengisyaratkan bahwa; sesungguhnya MANUSIA telah melupakan /mengabaikan tujuan Allah ketika menempatkan di Taman Eden. Karena telah terjadi eksploitasi dan ekplorasi sumberdaya alam secara tidak bertanggung jawab, manusia berusaha memuaskan keinginan hatinya dengan menutup mata hati dan iman mereka.  Semua itu berdampak pada perobahan iklim yang telah tejadi dewasa ini, dengan adanya Banjir, Tanah Longsor, Abrasi pantai, pengasaman air laut, permukaaan air laut semakin tinggi, yang sesungguhnya disebabkan oleh emesi gas rumahkaca  atau semakin menipisnya  lapisan oson.
Marilah kita menjaga/ memelihara/menata lingkungan hidup kita sebagi Eden yang di Percayakan Tuhan kepada kita. Agar itu dapat kita wariskan kepada  anak-cucu kita sebagai generasi penerus taman Eden. Amin