Minggu, 01 September 2013

Gereja Adalah Pintu Gerbang Sorga


Oleh     : Pdt. R. Depondoye,S.Th
Bacaan : Kejadian 28:10-22



Gedung Gereja adalah bangunan karya tangan manusia yang menjadi sibol kehadiran Tuhan Allah ditengah-tengah umat-Nya. Walupun secara kasak mata  TUHAN Allah itu tidak dapat dilihat, namun pernyataan Allah melalui Ciptaan-Nya dan Firman-Nya dapat menolong kita untuk mengakui-Nya. Dan Gedung gereja adlah saah satu kenyataan bagi kita bahwa TUHAN itu ada, hadir dan diam di tengah-tengah kita umat-Nya.

Setelah Yakub menerima berkat dari ayahnya ( Isak)  lewat rencana yang di atur oleh ibunya ( Ribka) dengan berbohong mengakui dirinya sebagai Esau.  Maka Yakob harus meninggalkan ayah-ibu dan tempat dia dibesarkan agar hidupnya terpelihara dari kegeraman dan dendam  saudaranya Esau yang hendak membunuhnya (Kej.27:41).
Dalam perjalanan dari Bersyeba ke Haran, Yakub mengalami sesuatu yang sangat dhasyat dalam perjumpaannya, dengan TUHAN Allah , ketika dia sedang tidaur  dan bermimpi. Karena itu marilah kita bersama-sama merenungkang  tiga kenyataan dari pengalaman Yakob yang akan menolong kita menyadari bahwa : “ Gereja adalah Pintu Gerbang Sorga “.

I.         ALLAH MEMPERKENALKAN DIRINYA DENGAN JELAS KEPADA YAKUB.
TUHAN sesungguhnya berinisiatif memperkenalkan dirinya secara lengkap dan jelas  bahwa :
1.       Dia adalah Allah Abraham neneknya, dan isahak ayahnya, bahwa  Dialah yang pernah  sedang menjadi pelindung dan  pemelihara Keturunan Abraham.
2.       Allah juga  menyatakan  peneyertaan Allah yang permanen dan pasti kepada Yakob tentang : Tanah dan Negeri, Keturunan , dan perkembang biakan keturunan Yakub ,  bahkan  menjadikan Keturunan Yakub sebagai media berkat Allah bagi segala bangsa  dimuka bumi (Ay. 14)
3.       TUHAN menyatakan keseriusan  dengan memberikan jaminan perlindungan yang permanen terhadap Yakub (Ay.15) . “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, kemana saja engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali  ke Negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan  apa yang kujanjikan kepadamu “.

II.       YAKUB MENGIKATKAN DIRI DENGAN TUHAN MELALUI TINDAKAN IMAN DAN KOMITMENNYA YANG TEGUH. ( Ay.16-20).
Yakub mengakui kehadiran  dan kedhasyatan TUHAN di tempat itu ( Betel) dengang  berkata : Tuhan ada di tempat ini, alangkah dhasyatnya tempat ini, ini tidak lain dari rumah Tuhan, ini pintu Gerbang Sorga.  Suatu keadaan yang sangat sulit untuk digambarkan karena kemuliaan Tuhan Nampak ketika  TUHAN, berfirman : menyampaikan apa kehendak-Nya bagi Yakob.
Yakub mendirikan tuguh bagi Allah dan mengurapinya dengan minyak dengan mengambil batu yang dipakai mengalas kepalanya, batu yang memberikan kenyamanan istirahatnya, tempat tumpuan kepalanya dipersembahkan kepada Tuhan adalah sebuah pernyataan  Iman  bahwa TUHAN berdaulat atas seluruh hidupnya dan Yakub hanya tunduk dan taat kepada TUHAN saja.
Yakubpun bernazar / mengikat perjanjian iman dengan Tuhan dan mempertaruhkan seluruh kehidupannya, segala kekuatiran dan kehidupannya diserahkan kepada TUHAN ( Ay. 20) . Kerinduan dan cita-cita masah depannya dipertaruhkan nya (Ay.21) dan membuat sebuah kredo yaitu : TUHAN menjadi Allah baginya .
 Komitmen masa depan yang mengikat yang permanen sebagai tindakan iman dari yakub ( Ay.21-21).  Dimana  :
  • TUHAN menjadi Allah bagi Yakub
  • Batu yang didirikan menjadi Rumah Allah, mengharapkan TUHAN  akan hadir di  dalam Bait-Nya bersama Yakub.
  • Mempersembahkan persembahan persepuluhan dari segala yang di dapatkannya.

KESIMPULAN :
1.  Kehadiran Allah ditengah umat-Nya  dalam /lewat  Bait Allah  sesungguhnya berawal dari perjanjian iman  dan dasar yang telah diletakkan oleh Yakub. Sehingga  ada Gereja hadir di Sini sebagai symbol kehadiran  TUHAN di tengah-tengah manusia. Allah ada diam di sini di dalam Gereja ini.
2. TUHAN selalu menyatakan perlindungan, pemeliharaan dan berkatnya yang melimpah dalam kehidupan kita berupa : Kesehatan, kecukupan berkat makan dan minum, pekerjaan, sumber daya alam yang melimpah, kedudukan dan jabatan dan lain sebagainya yang kita alami dalam kenyataan hidup sehari-hari adalah berkat Tuhan semata.  Apakah hai itu kita sadari ?  Apakah kita menyadari bahwa TUHAN ada di  sini di tengah-tengah keberadaan hidup kita ?
3.  Adalah  wajib bagi kita untuk datang kepada Tuhan , ke dalam Bait-Nya untuk menyembah dan beribadah kepada TUHAN, dengan penyerahan  diri dan juga mempersembahkan  harta benda, tenaga, pikiran  dan waktu kita.
Perpuluhan adalah kewajiban kita sebagai bukti  kita sadar bahwa apa yang ada pada kita sesungguhnya dari TUHAN dan kita Sendiri adalah milik TUHAN. Memberikan perpuluhan sama dengan memohon  kepada TUHAN : “ berikanlah aku berkat makan minum, dan pakai serta lindungilah saya untuk mencapai maksudku dan kembali  dengan selamat ke tempatku (Band. Maleaki 3:10-12)
Bila mana  ada di antara saudara/I yang  sampai hari ini jarang atau belumpernah datang untuk beribadah kepada TUHAN dalam persekutuan Jemaat di dalam Gereja itu berarti saudara belum pernah mencapai Pintu Gerbang Sorga.  Seandainya saudara selalu  telah berada di pintu Gerbang Sorga berarti , saudara pasti adalah orang yang telah masuk ke dalam Sorga itu. Amin.