Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua
dipanggil dan diutus untuk terus
memberitakan Injil dan membina warganya sesuai Amanat Agung Yesus Kristus yang merupakan tugas hakiki Gereja dalam hidup bersaksi dan melayani di dunia ini,
sebagaimana terdapat dalam Tata Gereja GKI Di Tanah Papua. Panggilan untuk memberitakan Injil dan membina warga Gereja harus
berlangsung terus-menerus sebagai suatu Gereja yang Missioner dimana seluruh
anggotanya dapat terlibat dalam peran serta yang sejati untuk melaksanakan
tugas Panggilan, Kesaksian dan Pelayanan Gereja dan
berfungsi sebagai ”Garam dan Terang” dunia dalam setiap situasi dan kondisi,
baik di dalam Gereja maupun di tengah-tengah masyarakat di segala bidang
kehidupan dan Tempat tinggal, Tempat hidup dan bekerja baik di Kota, Pedalaman,
pedesaan, transmigrasi, industri dan pusat-pusat pemukiman lainnya. Dipandang
dari peran Gereja untuk membina jemaat (masyarakat), maka Gereja sepaptutnya
menjadi partner yang baik dari Pemerintah dalam hal mewujudkan Manusia
Indonesia yang Sejahtera Adil dan Makmur.
Gereja haruslah mampu membina dan
menumbuhkembangkan Iman Jemaatnya kearah pertumbuhan yang benar menurut titah dan
perintah Allah. Gereja bukanlah wahana Politik Praktis. Para pelayan jemaat
harusnya tidak dikotori oleh pemahaman-pemahaman politik yang nantinya membuat
urapan Allah atas mereka hilang. Gereja/jemaat dalam kelemahannya digunakan
oleh Pemerintah dan penguasa menciptakan satu kekuatan politik baru ” Church
Power” dimana pemimpin gereja dengan mudah diperintah oleh penguasa dan
pemerintah untuk mewujudkan cita-cita dan impiannya. Hal ini membuat gereja
kehilangan makna sebagai suatu persekutuan orang percaya yang dipanggil kepada
terang, melainkan jemaat dibawah oleh sang gembala ke arah kegelapan dan
menjadi serupa dengan dunia ini.
Kini saatnya gereja melakukan
transformasi kearah kemandirian Jemaat di Klasis Sarmi Barat, Sarmi Timur, dan
Bakal Klasis Bonggo, “Janganlah hanya berpangku tangan. Gereja memiliki Jemaat
yang mampu menghidupi gerejanya, Tuhan telah memberikan Jemaat untuk
membesarkan gereja yang adalah tubunya. Melalui pertemuan seluruh pelayan
jemaat yang berada di dalam wilayah pelayanan Klasis Sarmi Barat, Sarmi Timur
dan Bakal Klasis Bonggo yang dilakukan di Kampung Keder bersama dengan Drs. M.
Manibor,M.MT (Bupati Sarmi). Menurut beliau bahwa dirinya menilai telah banyak
bantuan yang telah diberikan kepada Gereja-gereja hingga saat ini. Dengan
demikian maka pelayanan melalui proposal yang diajukan oleh pihak gereja dalam
rangka pelayanan dapatlah diminimalisir oleh masing-masing Klasis.
