Kamis, 15 Agustus 2013

Saatnya Membangun Kemandirian Jemaat



Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua dipanggil dan diutus  untuk terus memberitakan Injil dan membina warganya sesuai Amanat Agung Yesus Kristus yang merupakan tugas hakiki Gereja dalam hidup  bersaksi dan melayani di dunia ini, sebagaimana terdapat dalam Tata Gereja GKI Di Tanah Papua. Panggilan untuk memberitakan Injil dan membina warga Gereja harus berlangsung terus-menerus sebagai suatu Gereja yang Missioner dimana seluruh anggotanya dapat terlibat dalam peran serta yang sejati untuk melaksanakan tugas Panggilan, Kesaksian dan Pelayanan Gereja dan berfungsi sebagai ”Garam dan Terang” dunia dalam setiap situasi dan kondisi, baik di dalam Gereja maupun di tengah-tengah masyarakat di segala bidang kehidupan dan Tempat tinggal, Tempat hidup dan bekerja baik di Kota, Pedalaman, pedesaan, transmigrasi, industri dan pusat-pusat pemukiman lainnya. Dipandang dari peran Gereja untuk membina jemaat (masyarakat), maka Gereja sepaptutnya menjadi partner yang baik dari Pemerintah dalam hal mewujudkan Manusia Indonesia yang Sejahtera Adil dan Makmur.


Gereja haruslah mampu membina dan menumbuhkembangkan Iman Jemaatnya kearah pertumbuhan yang benar menurut titah dan perintah Allah. Gereja bukanlah wahana Politik Praktis. Para pelayan jemaat harusnya tidak dikotori oleh pemahaman-pemahaman politik yang nantinya membuat urapan Allah atas mereka hilang. Gereja/jemaat dalam kelemahannya digunakan oleh Pemerintah dan penguasa menciptakan satu kekuatan politik baru ” Church Power” dimana pemimpin gereja dengan mudah diperintah oleh penguasa dan pemerintah untuk mewujudkan cita-cita dan impiannya. Hal ini membuat gereja kehilangan makna sebagai suatu persekutuan orang percaya yang dipanggil kepada terang, melainkan jemaat dibawah oleh sang gembala ke arah kegelapan dan menjadi serupa dengan dunia ini.
Kini saatnya gereja melakukan transformasi kearah kemandirian Jemaat di Klasis Sarmi Barat, Sarmi Timur, dan Bakal Klasis Bonggo, “Janganlah hanya berpangku tangan. Gereja memiliki Jemaat yang mampu menghidupi gerejanya, Tuhan telah memberikan Jemaat untuk membesarkan gereja yang adalah tubunya. Melalui pertemuan seluruh pelayan jemaat yang berada di dalam wilayah pelayanan Klasis Sarmi Barat, Sarmi Timur dan Bakal Klasis Bonggo yang dilakukan di Kampung Keder bersama dengan Drs. M. Manibor,M.MT (Bupati Sarmi). Menurut beliau bahwa dirinya menilai telah banyak bantuan yang telah diberikan kepada Gereja-gereja hingga saat ini. Dengan demikian maka pelayanan melalui proposal yang diajukan oleh pihak gereja dalam rangka pelayanan dapatlah diminimalisir oleh masing-masing Klasis.